Archive for Maret 2017
Corporate
social responsibility (CSR) merupakan konsep atau tindakan yang dilakukan oleh
perusahaan sebagai rasa tanggung jawab terhadap berbagai pihak yang terdampak
social atau lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung dimana tempat
perusahaan itu berada. Adapun CSR memiliki manfaat bagi perusahaan &
masyarakat, sebagai berikut :
Manfaat atau fungsi bagi
perusahaan
|
Manfaat atau fungsi bagi
masyarakat
|
Meningkatkan citra perusahaan.
|
Mengingkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar & kelestarian lingkungan.
|
Mengembangkan
kerjasama dengan perusahaan lain.
|
Adanya beasiswa untuk anak yang tidak
mampu di daerah tersebut.
|
Memperkuat brand merk dimata
masyarakat.
|
Adanya pembangunan fasilitas
masyarakat yang bersifat sosial.
|
Meningkatkan
semangat dan produktivitas karyawan.
|
Adapun
beberapa pilar yang mencakup kegiatan CSR, yaitu :
Ø Pengembangan
kapasitas SDM internal perusahaan & masyarakat sekitarnya.
Ø Penguatan
ekonomi masyarakat sekitar perusahaan.
Ø Pelestarian
lingkungan (fisik, sosial, & budaya)
Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR)
:
a) Community Relation merupakan kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman
melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.
b) Community Services merupakan program bantuan yang berkaitan dengan pelayanan
masyarakat atau kepentingan umum.
c) Community Empowering merupakan kegiatan yang terdiri dari program-program yang
memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang
kemandiriannya.
Corporate Social Responsibility (CSR)
Indonesia merupakan negara
keempat yang memiliki penduduk terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk yang
besar tersebut tentunya menyebabkan permasalahan yang beragam pada sector SDM.
Adapun masalah-masalah yang dihadapi oleh
Indonesia pada sector SDM yang berfokus pada sector ketenagakerjaan,
sebagai berikut :
1)
Jumlah angkatan kerja besar
Jumlah
angkatan kerja yang besar tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang
tersedia, hal ini memungkinkan banyak dari penduduk Indonesia yang tidak
memiliki pekerjaan atau menjadi seorang pengangguran.
2)
Kualitas tenaga kerja relative rendah
Kualitas
tenaga kerja yang rendah disebabkn oleh sector pendidikan yang kurang maksimal
dalam mempersiapkan SDM untuk mampu berkompetensi dengan SDM negara lain,
selain itu kualitas tenaga kerja yang rendah menyebabkan produktivitas dalam
pekerjaan juga terganggu.
3)
Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
Hal ini
bisa terjadi karena Indonesia memiliki wilayah yang luas, selain ini persebaran
penduduk di Indonesia juga tidak merata dan cenderung lebih banyak berada di
pulau jawa dibandingkan pulau-pulau lainnya.
Kesimpulan
:
Permasalahan ketenagakerjaan
di Indonesia awalnya disebabkan oleh kurang mampunya pendidikan menghasilkan
SDM yang baik, sehingga kualitas SDM Indonesia masih bisa tergolong relative
rendah. Selain itu, jumlah angkatan kerja Indonesia juga besar dan tidak
sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia di Indonesia. Terakhir penyebab
permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia adalah persebaran tenaga kerja yang
tidak merata.

